mengapa saya memberi judul seperti ini, karena menurut saya IGOS adalah badan yang hanya menjebatani perkembangan open source di Indonesia, tetapi ia tak di dukung oleh pemerintah dan presiden.
Coba bayangkan di tengah keterpurukan dan ketertinggalan negeri ini presiden kita malah berkunjung ke pabrik Microsoft dan menjalin kerja sama. Hal ini adalah kesalahan besar, ini akan mengakibatkan negeri kita semakin terpuruk dan tertinggal dari negara lain. Coba kita bayangkan bahwa departermen menkominfo terbelah menjadi dua sisi yaitu: sisi microsoft dan sisi open source, dan celakanya dukungan presiden lebih menuju ke sisi Microsoft karena lebih menjanjikan. Sebetulnya inilah yang menyebabkan open source dan free software lambat berkembang di Indonesia, tidak seperti di negara-negara eropa.
jika depkominfo bersama-sama mempromosikan open source, dan mengesampingkan pemromosikan Microsoft dan bisa merangkul presiden kita kedalamnya, itu pasti akan menghasilkan kolaborasi yang dasyat. Presiden dengan KEPPRES akan mewajibkan semua instansi pemerintah untuk menggunakan software free dan open source, dan IGOS terus melakukan training dan promosi software-software free dan open source ke seluruh pelosok Indonesia, pasti Indonesia akan menjadi sebuah negara IT yang disegani oleh dunia. Hal inilah yang diterapkan diberbagai negara di benua Eropa dan Amerika.
Tulisan saya ini tidak bermaksud menyinggung siapa yang di sebutkan di atas, tetapi artikel ini di tulis untuk memberi kritikan dan masukan pada orang-orang yang disebutkan di atas. Agar IGOS tidak menjadi proyek yang sia-sia.